Langsung ke konten utama

Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI dalam Komitmen Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

 





Komisi IV DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Reses Masa Sidang I Tahun 2025–2026 ke Perusahaan Umum BULOG yang berlokasi di Batubulan, Kabupaten Gianyar dalam rangka melakukan pengawasan serta memperkuat sistem logistik pangan nasional serta memastikan ketersediaan - kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) juga membahas strategi pengembangan infrastruktur penyimpanan pangan di daerah tersebut.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi, yang akrab dikenal dengan nama Ibu Titiek Soeharto. Ibu Titiek menyampaikan bahwa Komisi IV DPR RI mendorong para Kepala Daerah di seluruh Indonesia, termasuk Bali, agar dapat menyediakan dan menghibahkan lahan untuk pembangunan gudang baru serta infrastruktur pascapanen.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang telah memerintahkan BULOG untuk segera membangun 100 gudang baru di Kabupaten/Kota yang belum memiliki gudang penyimpanan pangan.

“Kami menghimbau para Bupati dan Walikota supaya mengalokasikan tanah khusus untuk dibuatkan gudang dan infrastruktur pascapanen. Ini bukan untuk BULOG tetapi kepentingan masyarakat," ujar Ibu Titiek.

Selain mendesak BULOG segera menyalurkan stok beras lama, Ibu Titiek menyarankan agar beras yang kualitas mutunya menurun dicampur dengan yang masih berkualitas baik. Tujuannya agar beras yang disalurkan untuk program bantuan dalam kondisi layak.

Dengan adanya dukungan dari Komisi IV DPR RI dan kerjasama antara BULOG, Pemerintah Pusat dan Daerah dalam memperkuat komitmen ketahanan pangan nasional akan semakin menguat dan berjalan efektif.

 

  *semua foto dari berbagai sumber

Komentar

  1. Semangat kak! ❤️ mantap ibu ketua komisi IV 🩵

    BalasHapus
  2. kereeennn ibu,saluuuttt dech 😘 Semangaatttt trus untuk tulisanNya 🫰🏻

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Kak, Terima Kasih sudah membaca di Blog saya

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peluncuran Buku Salingka Benang Kehidupan Puan Puti Reno Sativa Sutan Aswar

  Peluncuran Buku Salingka Benang Kehidupan Puan Puti Reno Sativa Sutan Aswar yang di gelar pada Senin, 20 Oktober 2025 di Museum Nasional Medan Merdeka Barat, Jakarta. Tidak hanya sebuah peluncuran sebuah buku, namun juga merayakan sebuah perjalanan hidup yang penuh makna dan penuh perjuangan dari seorang Ibu Sativa Sutan Azwar atau biasa disebut dengan tante Atitje. Selain sebagai seorang ibu, sebagai simbol pelestarian kebudayaan dan simbol perjuangan dari seorang Perempuan. Sosok yang bukan sekadar menyimpan dan meneliti tenunan serta songket, tetapi juga turun gunung langsung untuk merawat dan melestarikannya. Peluncuran Buku Salingka Benang Kehidupan ini dihadiri beberapa tokoh penting nasional seperti Ketua Komisi IV DPR RI Ibu Titiek Soeharto selaku Ketua Himpunan Ratna Busana, Isteri Wakil Presiden RI ke 10 dan ke 12 Ibu Mufida Jusuf Kalla. turut hadir Ketua Yayasan Serumpun Bumi Melayu Ibu Nuning Wahyuniati, Didit Hediprasetyo, Ny. Nina Akbar Tanjung, Ny. Kartini Sj...

Warna, Rasa, dan Cerita — Berpadu di Pameran Negeri Elok 2025

  Pameran dengan tema "80 Tahun Keberagaman" ini diresmikan dua hari setelah  17 Agustus 2025, sebagai bagian dari peringatan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Pameran ini diinisiasi oleh Didit Hediprasetyo, dikurasi oleh Arsitek Andra Matin dan fotografer Davy Linggar, serta menampilkan karya dari beberapa fotografer ternama di Indonesia. Pameran ini mengusung delapan tema utama, yaitu masa lalu, wajah, lanskap, kuliner, fauna, arsitektur, budaya, dan film. Dengan tema-tema tersebut, pameran ini mengajak pengunjung untuk melihat kekayaan Indonesia dari berbagai sudut pandang yang berbeda. "Saya berterima kasih kepada Andra Matin dan Davy Linggar dan para seniman yang telah berkontribusi melalui karyanya di Negeri Elok 2025. Di sini, ada 1945 bambu runcing, instalasi karya Andra Matin dan kurasi foto dari beliau," kata Didit yang juga pendiri Didit Hediprasetyo Foundation. Didukung oleh Wonderful Indonesia, Indo...

Kedamaian tersembunyi di Cisadon

Dengan Jalur melewati Hutan Bambu, Kebun Kopi, Hutan Lebat, Perbukitan Hijau dan Jalan Setapak berbatu naik turun, Cisadon menyuguhkan panorama alam yang memukau serta udara pegunungan yang menyegarkan. Jauh dari hiruk-pikuk kota, desa ini menawarkan Ketenangan, Kehangatan dan Kedamaian. Saya menyadari sesuatu: Saya datang sendirian!!!!! tetapi saya tidak pernah benar-benar merasa kesepian. Di dalam keheningan hutan, saya menemukan kehadiran yang paling saya butuhkan: kehadiran diri saya sendiri yang utuh dan kuat. Langit masih berselimut embun pagi ketika saya melangkah sendirian di gerbang menuju Cisadon. Di mulai dari titik Peternakan milik Bapak Prabowo Subianto, Garuda Farm. untuk hiking setiap pengunjung dikenakan uang retribusi sebesar Rp 5000,-. Mulai dari gerbang pendakian jalan berbatu hampir di setiap titik. Lanjut lagi, setiap jalan memiliki tantangannya sendiri. Tanah Bebatuan, Tanah Becekkk, ada titik bekas longsor juga. Sinyal HP sudah tak terdeteksi saat memasuki k...