Dengan Jalur
melewati Hutan Bambu, Kebun Kopi, Hutan Lebat, Perbukitan Hijau dan Jalan Setapak
berbatu naik turun, Cisadon menyuguhkan panorama alam yang memukau serta udara
pegunungan yang menyegarkan. Jauh dari hiruk-pikuk kota, desa ini menawarkan Ketenangan,
Kehangatan dan Kedamaian. Saya menyadari sesuatu: Saya datang sendirian!!!!!
tetapi saya tidak pernah benar-benar merasa kesepian. Di dalam keheningan
hutan, saya menemukan kehadiran yang paling saya butuhkan: kehadiran diri
saya sendiri yang utuh dan kuat.
Langit masih berselimut embun pagi ketika saya
melangkah sendirian di gerbang menuju Cisadon. Di mulai dari titik Peternakan milik
Bapak Prabowo Subianto, Garuda Farm. untuk hiking setiap pengunjung dikenakan
uang retribusi sebesar Rp 5000,-. Mulai dari gerbang pendakian jalan berbatu
hampir di setiap titik.
Lanjut lagi, setiap jalan memiliki tantangannya sendiri. Tanah Bebatuan, Tanah
Becekkk, ada titik bekas longsor juga. Sinyal HP sudah tak terdeteksi saat memasuki
kawasan ini, tapi di Danau Cisadon bisa beli Voucher Wifi Rp 10.000,- per 1 Jam . Langkah-langkah awal terasa canggung. Ada sedikit kekhawatiran dan
suara batin yang berbisik, “Bagaimana kalau tersesat? Bagaimana kalau terpeleset?”
Namun, seiring waktu, suara itu perlahan tenggelam, digantikan oleh simfoni
alam yang menenangkan. Hanya ada deru napas saya sendiri, gemerisik daun yang
diterpa angin, dan bunyi aliran air sungai yang setia menemani. Keheningan
adalah pendamping paling jujur.
.jpeg)
Saya berjalan dengan ritme saya sendiri, tanpa perlu menyesuaikan kecepatan orang lain. Ini mengajarkan saya makna sejati dari kesabaran dan memahami diri sendiri. Ketika kaki terasa berat di tanjakan berbatu, saya berhenti, bukan sekadar beristirahat; saya menyaksikan detail kecil yang sering terlewat: lumut hijau yang subur, bentuk unik akar pohon yang mencengkeram tanah, dan udara pegunungan yang menusuk paru-paru dengan kesegaran murni.
Untuk menuju Danau Cisadon ini saya tempuh dengan 9.02 Km selama 2 jam 11
menit dengan jalan santai, istirahat sebentar. Selama Perjalanan, ada banyak
warung buat istirahat dan isi tenaga, ehhh ada mamang2 yang jual es krim juga
denggg daaaaan gak ada pungli ya gess.
Waktu menunjukkan pukul 10.26 WIB, saya bergerak turun meninggalkan
Cisadon. Hiking kali ini tuntas. Perjalanan
pulang terasa berbeda. Kelelahan fisik masih ada, tetapi mental saya terisi
penuh. Saya membawa pulang bukan hanya cerita tentang jarak yang ditempuh,
melainkan sebuah pelajaran abadi: bahwa kemandirian adalah sumber kekuatan,
dan bahwa kesendirian adalah lahan subur untuk introspeksi yang mendalam.Jadi gimana???? Udah siap buat Hiking ke
Cisadon??? agar perjalanan hiking lebih aman dan
menyenangkan, hal yang wajib
dipersiapkan adalah:1. Sepatu hiking
dengan sol empuk dan proper2. Wajib bawa Trekking Pole
atau bisa beli tongkat bambu di Warung deket Parkiran3. Botol yang
berisi Air Minum4. Disarankan jangan
Hiking saat di Musim Hujannn!!!!!!5. Bawa Uang Cash
Komentar
Posting Komentar